US (2019)


Di tahun 2017, Komedian Jordan Peele memulai debut sutradaranya di film Get Out yang mendapatkan sambutan luar biasa positif dari para kritikus dan mengantarkan film tersebut ke Academy Award. Di tahun ini, sang maestro kembali dengan karya terbarunya yang kembali ditulis, diproduseri, dan disutradarai sendiri oleh beliau. Promosi yang tidak gencar namun sangat menarik perhatian saya. Sejak trailer 1 saya sudah penasaran kira-kira ide cerita seperti apa lagi yang akan dibuat.


Dan memang firasat saya tidak pernah salah. Ekspektasi saya terpuaskan ketika akhirnya bisa menyaksikan film ini di layar lebar. Sejak opening, film ini sudah membangkitkan atmosfer creepy dengan hiasan scoring choir yang membuat bulu kuduk merinding. Di awal kita akan diperkenalkan dengan keluarga kecil milik Adelaide dan suaminya Gabe serta 2 anak mereka, Zora & Jason. Sekilas keluarga kecil ini tampak begitu hangat walaupun sang ibu, Adelaide, masih menyimpan trauma masa kecilnya. Adelaide tidak menyadari bahwa trauma itu akan kembali mendatangi kehidupannya dan mengancam keluarga kecilnya.
Yes, Jordan sangat cerdas kali ini dengan mengangkat tema doppelganger atau kembaran jahat. Dan sekali ini berhasil memukau saya. Bukan hanya ide yang cerdas, namun alur cerita yang padat nan memukau dihadirkan oleh film ini. Jordan seperti membuat trend horror baru. Tanpa hantu atau monster pun kita bisa ditakut-takuti.
Jangan lupa dengan kebiasaan Jordan yang selalu menebar metafora-metafora dalam filmnya yang ditempatkan dengan baik dan tidak terpikirkan sebelumnya. banyak hal-hal yang kelak bisa jadi perbincangan atau bahan diskusi setelah menonton film ini.
Sinematografi yang indah juga diberikan film ini dengan sangat apik. Tone warna yang didominasi warna cerah jelas menambah cantiknya film ini. Oh, dan 1 hal lagi, sebagai komedian, Jordan tidak lupa menempatkan humor-humor selingan untuk sedikit mengistirahatkan jantung kita yang sejak awal film sudah digedor hebat. Beberapa mungkin miss karena perbedaan selera humor disana dengan Indonesia tapi after all saya mampu mencerna semua yang disodorkan Jordan dengan baik.
Pesan dualisme atau bagaimana jika musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri mampu dihighlight dengan baik di film ini. pertanyaan tersebut akan selalu terngiang di kepala jika sudah menonton film ini. Element gore juga disebar dengan lebih banyak di film ini dan sangat membantu film ini menampilkan kengeriannya.



Lupita Nyong'o jelas bersinar cemerlang di film ini mengingat dia harus berperan sebagai Adelaide dan doppelganggernya, Red. Perbedaan karakter, raut wajah dan cara berbicara ditampilkan dengans angat baik oleh Lupita sehingga seakan-akan mereka adalah aktor yang berbeda. Chemistrynya dengan Winston Duke (sebelumnya mereka sudah bertemu di Black panther) dibangun dengan baik. Sisi humor diisi oleh karakter Gabe yang diperankan oleh Winston. Sebagai ayah yang santai, lugu, namun sebenarnya punya hasrat melindungi keluarganya.

Kualitas Jordan Peele sebagai sutradara jelas tidak perlu diragukan sejak Get Out. Jordan tahu seperti apa merangsang urat nadi horror para penonton dan membawa penonton masuk ke dalam cerita. Dibantu sinematografi epik dari Mike Gioulakis, Jordan mampu membuat seisi bioskop bergidik ketakutan sambil menunjuk-nunjuk ke arah layar akibat permainan kamera yang mampu mencekam penonton walaupun hanya berputar cepat ataupun blur. Scoring mantap karaya Michael Abels yang sebelumnya juga terlibat untuk Get Out dengan sempurna mampu menyokong setiap moment yang membutuhkan intensitas atau kengerian tinggi.

Overall, Us adalah genre baru dalam dunia horror yang sangat worth it untuk ditonton. Jika kalian terpuaskan oleh Get Out, kalian akan sangat mencintai film ini. Saya pribadi menganggap film ini adalah horror terbaik sejauh ini di tahun 2019. Dan menjadi pionir untuk film horor dengan genre seperti ini. Its Aweasome!!


Point 4.5 from 5

Comments