Drama romantis hasil adaptasi novel adalah tantangan bagi setiap sutradara. Apalagi jika novel tersebut adalah best seller, membuat ekspektasi pembaca akan tinggi mengingat cerita novelnya yang menarik dan bagus. Tidak banyak film romantis adaptasi novel yang berhasil memenuhi keinginan penonton sekaligus pembacanya. Dan bagi Warner Bros, ketika mendapatkan lisensi untuk Crazy Rich Asians karangan Kevin Kwan adalah tantangan besar. Dan apakah tantangan itu membuahkan hasil memuaskan?
Indah dan glamour..begitu saya mendeskripsikan film ini. Semua pemeran yang full dari asia menjadi pemandangan menarik karena jarang ada film hollywood yang benar-benar menggunakan aktris dan aktor asia secara keseluruhan. Alur ceritanya sangat sederhana namun dikemas dengan sangat romantis dan indah. Jujur saya menyukai cara pengemasan pasangan Nick dan Rachel di film ini. Momen-momen romantis dihadirkan dengan takaran pas dan tidak annoying. Konflik yang dihadirkan juga di build up dengan sangat baik. Konflik tentang keluarga Tionghoa kaya raya yang masih memegang teguh kebudayaan dan seringkali kaku dan harus menerima jika sang anak menyukai wanita yang walaupun keturunan Tionghoa namun tidak murni dan berasal dari keluarga biasa. Konflik yang sudah sangat umum namun di film ini dibangun dengan sangat baik tanpa terlihat memaksakan dan membosankan. Secara tidak langsung juga menyentil kehidupan kita dan keluarga-keluarga yang terkadang begitu terpaku dengan suatu keharusan dalam menentukan kehidupan anak yang seharusnya mereka juga bisa menentukan pilihan hidup mereka sendiri. Humor yang dihasilkan juga tepat sasaran dan beberapa kali mengundang gelak tawa. Oh, dan jangan lupakan juga betapa mewahnya set up tempat di film ini. Mengambil latar Singapore yang mewah, ditambah dengan setiap scene yang menampilkan kemewahan membuat saya berulang kali takjub.
Constance Wu (My Mother is Not a Fish, Parallels) sebagai Rachel Chu sanggup menampilkan pribadi wanita mandiri yang polos dan sangat mencintai pasangannya namun dalam hati juga menyimpan rasa rendah diri begitu mengetahui latar belakang pasangannya. Henry Golding (The Travel Show) sebagai Nick Young juga menampilkan yang terbaik sebagai pria kaya yang justru rendah hati dan tidak mau terikat dengan kekayaan keluarganya. Satu lagi penghargaan terbaik harus diberikan kepada Michelle Yeoh (Crouching Tiger,Memoirs of Geisha) sebagai Eleanor Sung-Young yang dingin dan elegan sebagai ibu. Setiap tatapan dan perkataan Eleanor ditampilkan dengan sangat baik oleh Michelle. Dan jangan lupakan performa kocak Awkwafina (Ocean 8, Neighbors 2) yang tampil ikonik dengan rambut pirang dan tingkah alaynya.
Pemilihan Jon M.Chu (Step Up series, Now You See Me 2) terus terang sangat mengaggetkan saya, karena memang track recordnya adalah film-film yang berbau tari dan baru Now You See Me 2 dan G.I Joe yang ada diluar tracknya dan itupun kurang memuaskan. Tapi di film ini Jon berhasil memberikan performa terbaik sepanjang karirnya. Naskah garapan Peter Chiarelli dan Adele Lim juga solid, seperti yang saya katakan sebelumnya, sederhana namun dikemas dengan sangat baik. Saya mungkin belum pernah membaca novelnya, tapi dengan sangat baik film ini menarik perhatian saya dan menikmatinya walaupun belum membaca novelnya.
Overall, Crazy Rich Asians menjadi film drama romantis terbaik menurut saya sejauh ini. Ditampilkan dengan jujur, indah, dan glamour. Sangat recommended bagi kalian yang membutuhkan drama romantis yang ringan dan fun. Hingga keluar dari studio, kata-kata Rachel CHu masih tetap menempel di kepala saya, "I'm not leaving because I'm scared, or because I think I'm not enough - because maybe for the first time in my life, I know I am.."
Point 4.8 from 5





Comments
Post a Comment