A SIMPLE FAVOR (2018)



Lewat Bridesmaids dan Spy, Paul Feig bisa membuat saya tertawa lepas berkat gaya bercerita dan penyutradaannya. Dan kali ini beliau ingin mencoba sesuatu yang berbeda dengan keluar dari zona yang biasa menjadi keahliannya dan masuk ke zona lain yaitu misteri thriller. Sebenarnya film ini pun tidak masuk list di bulan ini tapi entah kenapa saya begitu penasaran dengan film yang juga diberi embel-embel "The Darker Side of Paul Feig". Jadi..apakah film ini menjadi sisi gelap Paul Feig seperti tagline promosinya?


Well..tagline tersebut tidak sepenuhnya bohong. Ketika kita terbiasa melihat film-film garapan Feig yang sarat dengan humor, kali ini Feig menunjukan sisi lainnya. Sejak awal film ini sudah menampilkan keanehan-keanehan yang membuat mata selalu terpaku ke layar. Saya sendiri melakukan hal tersebut karena tidak mau melawatkan petunjuk-petunjuk. Dan benar saja, dimulai dengan pertemuan Stephanie dan Emily, misteri pun mulai menyeruak masuk terutama untuk karakter Emily yang sekan-akan aneh dan penuh misteri di setiap gerak-geriknya. Dan semuanya menjadi semakin membingungkan di second act. Bukan membingunkan dalam artian negatif, namun film ini pandai membuat kepala saya penuh dengan pertanyaan, penuh dengan dugaan-dugaan. Dan hal itu cukup memusingkan karena setiap saya menebak ternyata hasilnya berbeda dan hal itulah yang menjadi daya tarik film ini. Misteri-misteri di second act dimunculkan semakin banyak dan membuat setiap yang menonton akan mempunyai tuduhan-tuduhan untuk setiap karakternya. Kelemahan film ini terletak di klimaksnya yang terasa terburu-buru, yaa walaupun semua twist yang diberikan cukup mind blowing namun perjalanan menuju klimaks terlampau buru-buru demi mengejar durasi sehingga beberapa hal terlewatkan dan sempat membuat saya kebingungan. Konflik percintaan yang dihadirkan lumayan membantu dan memberi bumbu. Misteri yang ada justru menjadi sumbu untuk konflik percintaan sehingga ketika konflik muncul, semua terasa masuk akal.



Chemistry Anna Kendrick (Pitch Perfect, The Voices) sebagai Stephanie, single mother yang ceria dan bertanggung jawab serta hobi membuat vlog dipadukan dengan Blake Lively (The Sisterhood of The Traveling Pants, The Shallow) sebagai Emily yang dingin, peminum, dan misterius, terasa sempurna. dua karakter yang berbeda ini berhasil membangun chemistry dengan sangat baik. Sang pemanis Henry Golding (Crazy Rich Asian) pun tampil dengan baik sebagai suami yang penuh pesona termasuk untuk menggoda wanita.

Paul Feig sebagai nahkoda utama berhasil menyajikan hal berbeda di luar zona nyamannya. Dibantu dengan naskah garapan Jessica Sharzer, Paul Feig menampilkan misteri penuh twist yang berhasil membuat film ini mind blowing. Setidaknya walaupun saya belum pernah membaca novelnya (Anyway, film ini berdasarkan novel) tapi saya bisa mengerti apa yang ditampilkan dan diceritakan dalam film ini.

Overall, A Simple Favor menjadi bukti bahwa Paul Feig bisa menampilkan hal lain diluar keahliannya dan justru tampil nyaris sempurna. Film yang recommended untuk kalian yang memuja film dengan twist yang memusingkan kepala. Good Job,Paul Feig..


Point 4 from 5

Comments