Dalam 1 dekade kita sudah disuguhkan 6 film yang menampilkan karakter ikonik pemanjat dinding ini. Dan dari 6 film tersebut kita mendapatkan 3 aktor yang mendapat peran sebagai Peter Parker dengan pesonanya masing-masing. Dengan latar belakang sang karakter yang begitu kompleks dengan dunia yang begitu kompleks juga, alhasil Sony sebagai pemegang lisensi utama jelas tidak mau melepas harta terbesarnya ini.
Dan di akhir tahun ini Sony kembali merilis film sang pemanjat dinding namun kali ini cerita terfokus kepada sang spiderman baru, Miles Morales. Sepertinya Sony merasa sudah cukup untuk menampilkan sang Peter Parker dan sudah waktunya bergerak lebih maju lagi untuk mengembangkan semesta sang manusia laba-laba. Sebagai fans berat karakter ini sudah jelas betapa girangnya saya ketika tahu film ini sudah rilis dan berikut alasan mengapa saya begitu menyukai film ini
1.Spider-Verse Character..
Semesta Spider-Man adalah semesta yang menarik karena banyaknya jenis spider-man yang tersebar di berbagai dimensi. Dan pemilihan Sony untuk mengangkat kisah ini jelas menggembirakan bagi saya. Memang tidak semua disajikan namun setidaknya cukup memuaskan. Total ada 5 karakter spider-man (plus 1 di after credit scene). Ada Spidergwen yang di universenya justru sang Gwen Stacy yang tergigit laba-laba radioaktif. Lalu ada Peni Parker, siswa jepang yang mendapat warisan robot dengan kekuatan DNA laba-laba dan faktanya karakter ini adalah ciptaan Gerard Way, sang vokalis My Chemical Romance. Kemudian ada Spider-Man Noir yang dikenal sebagai vigilante di tahun 1933 yang lebih lihai menggunakan pistol. Spider-Ham yang lebih cartoonish yang berasal dari dimensi dimana semua karakternya adalah binatang. Dan yang terakhir adalah kehadiran Peter Benjamin Parker sebagai Parker versi terpuruk yang justru belajar hal penting dari pertemuannya dengan Miles. Semua karakter diberikan porsi pas dengan penceritaan latar belakang yang cukup memudahkan kita mengerti.
2.Strong Villain
Tanpa mengesampingkan villain lain di film ini namun pemilihan Wilson Fisk a.k.a Kingpin menjadi pilihan yang baik bagi film ini. Motivasinya kuat untuk menempatkan dia menjadi villain terbaik di film ini (dan mungkin juga salah satu yang terbaik di komiknya). Kingpin sendiri memiliki motivasi yang sebenarnya baik karena ingin menghidupkan kembali anak dan istrinya sebagai penebusan dosa yang sudah dia lakukan namun untuk meraih itu Kingpin memilih untuk menempuh jalan jahat yang juga berpengaruh ke dunia atau universe tempat Miles tinggal.
3.Amazing Animation
Harus diakui, ambisi Sony hingga mengerahkan 150 animator bagi film ini menghasilkan film animasi yang unik dan luar biasa memanjakan mata. Dilengkapi warna-warna cerah dan tekstur yang menyerupai komik plus balon-balon kata yang muncul saat karakter berpikir atau berkelahi jelas sangat menyenangkan. Hal baru yang berhasil diaplikasikan Sony dengan baik dan sangat orisinil. Menonton film ini seperti menyaksikan komik bergerak.
4.Strong Story
Tidak hanya tampilannya, namun alur cerita juga dibuat dan disusun dengan sangat rapi. Setiap konflik diberikan emosi yang tepat dan konklusi yang jelas. Setiap humor juga dilemparkan dengan tepat sasaran. Racikan pas dari Phil Lord dipadukan dengan directing Bob Persichetti yang dibantu Peter Ramsey dan Rodney Rothman menghasilkan animasi keren dengan kadar action yang menyenangkan dan fun. Mereka tahu bagaimana menyajikan elemen-elemen fun khas dari sang karakter. Elemen drama walaupun tidak banyak tapi mampu menyentuh dengan timing yang tepat. Sehingga film ini menjadi paket yang lengkap dengan segala keseruan didalamnya.
5.Awesome Score
Tidak dapat dipungkiri untuk kali ini scoring sang manusia laba-laba didominasi lagu-lagu rap yang berenergi. Sepanjang film dihiasi dengan scoring dengan beat menghujam hasil tangan dingin Post Malone. Setelah elemen dubstep dibawa oleh Sony untuk Amazing Spider-man 2 yang lumayan berhasil, kali ini Sony bereksperimen dengan hip hop dan hasilnya setiap scene tensinya terbangun dengan baik dengan bantuan lagu-lagu dengan beat powerful. Sebuah pencapaian yang baik untuk film ini.
Pada akhirnya Spider-man : Into The Spider-Verse merupakan film terbaik dari semua franchise Spider-man. Sebuah paket lengkap dihadirkan oleh film ini sehingga wajar para kritikus pun memuji film ini habis-habisan. Hal ini menjadi langkah baru bagi Sony untuk semakin melebarkan universe sang Spider-Man.
Point 4.5 from 5








Comments
Post a Comment