Sedari awal materi promosi muncul, saya sudah sangat mengantisipasi film ini. Apalagi melihat nama Joko Anwar sebagai penulis naskah yang notabene adalah sutradara film-film horror atau yang bernuansa mencekam. Ada ketertarikan sendiri untuk film ini hingga akhirnya saya bisa menyaksikannya di layar lebar dan tersenyum-senyum sepanjang film ini.
Entah kenapa sejak awal tahun banyak film-film bertema keluarga yang begitu menyentuh saya secara pribadi, termasuk film ini. Kehangatan saat terasa di awal film, ketika keluarga ini hidup dalam kesederhanaan yang dicakup di dalam satu tempat, meja makan. Tempat mereka berbincang atau bahkan menyelesaikan semua masalah. Analogi seperti membuat saya sendiri tersenyum haru karena memang moment sederhana seperti itu justru membuat sebuah keluarga bisa saling mendukung satu sama lain. Setelah dibuat kagum dengan kehangatan keluarga ini, kesenangan ditambahkan dosisnya setelah keluarga ini mendadak kaya ketika sebuah fakta terungkap bahwa sang ayah yang selama ini hidup sederhana ternyata berasal dari keluarga kaya yang mempunyai simpanan uang yang berlimpah yang dihibahkan kepada anak istrinya ketingga akhirnya si bapak meninggal. Mudah ditebak setelah kejadian tersebut kehidupan mereka berubah total. Kehidupan bergelimang harta menjadi gaya hidup baru keluarga ini, namun ada satu hal menyentuh yang disajikan film ini dengan baik, moment ketika akhirnya mereka tidak ada waktu bersama lagi di meja makan. Sebuah momen yang ikut mengusik hati saya. Pada akhirnya mereka hidup terlena dengan segala kesenangan sehingga akhirnya lupa untuk saling menghargai, bahkan untuk berbuat baik itu terjadi hanya sebagai pencitraan. Gaya hidup berubah seketika karena "kaget" dengan kondisi yang tiba-tiba berbalik 180 derajat. Semua hal tersebut diselipkan dengan cerdas di film ini. Namun film ini bukan tanpa kekurangan, klimaks yang dilemparkan terasa sangat cepat dan membingungkan. Tanpa sadar saat film selesai saya bertanya ke diri sendiri "oh udah selesai?". Hal tersebut dikarenakan klimaks yang terjadi begitu saja dan sangat lemah dibanding moment awal film ini yang dibangun dengan sangat menyentuh.
Diluar dugaan para cast menampilkan sisi emosi dan kelucuannya dengan sangat baik. Penghargaan saya ebrikan terutama untuk Cut Mini dan Raline Shah yang sangat bersinar di film ini. kebanyakan semua bagian lucu disebabkan oleh dua orang ini. Oiyaa..jangan lupakan Fatih Unru yang tampil begitu menyentuh. Momen-momen haru justru datang dari karakter yang dimainkannya, membuat saya yakin masa depannya gemilang walaupun masih kecil.
Ody C. Harahap yang sebelumnya menggarap Sweet20 jelas tau kemana arah film ini sehingga bukan hal yang sulit baginya untuk bisa menangkap setiap momen didalam film ini yang dikemas dengan begitu apik juga berkat naskah sang Joko Anwar yang sekali ini berhasil merebut atensi saya. Naskah yang menurut beliau sendiri adalah hal yang pernah terjadi dalam kehidupannya ini dibanOverallgun dengan alur yang solid dan penuh kehangatan. Walaupun sekali lagi di bagian akhir Joko masih terlihat terburu-buru dalam menyelesaikan kisah ini. Mungkin ending dipengaruhi gaya penceritaan Joko yang selalu membuat penonton berpikir tapi untuk kali ini terasa tidak pas jika ending dikemas seperti itu.
Overall, orang Kaya Baru sangat recommended untuk kalian yang mengerti betul apa itu peran keluarga dan bagaimana kalian menyikapi kehidupan yang selalu naik turun. Sebuah pesan kekeluargaan yang dikemas dengan begitu menyentuh dan membuat kalian akan berpikir lagi untuk memanfaatkan hidup sebaik-baiknya. Its awesome..
Point 4 from 5





Comments
Post a Comment