HELLBOY (2019)


Masih ingat sang bocah neraka di tahun 2004 dan 2008 berhasi dihidupkan ke layar lebar dan Ron Perlman didapuk untuk memerankan karakter ikonik ini? Setelah stuck hanya di 2 film, kabar sang bocah neraka akhirnya tidak jelas hingga akhirnya di tahun lalu berhembus kabar bahwa karakter ini direboot dan dijanjikan lebih dark seperti di komiknya. Setelah materi promosi diluncurkan, saya termasuk diantara orang-orang yang bersemangat dengan proyek reboot ini. Hingga akhirnya hari itu tiba dan saya pulang dengan perasaan campur aduk.


Mari kesampingkan terlebih dahulu mengapa perasaan saya campur aduk, film ini sebenarnya dimulai dengan baik. Jika pendahulunya memilih untuk memulai kisah dari awal mula dan hubungan ayah-anak antara Hellboy dan Prof.Broom, rebootnya memilih memulai cerita dengan hellboy yang sudah menjadi pemburu makhluk-makhluk neraka di bumi dan kali ini lawannya adalah penyihir darah Nimue yang sempat dikalahkan di jaman raja arthur namun akhirnya dibangkitkan kembali dan berniat mengikutsertakan hellboy yang ternyata mempunyai kekuatan besar untuk ikut didalam rencananya menghancurkan dunia.
Tidak diragukan lagi, sesuai yang dijanjikan memang kali ini tone dihadirkan lebih dark dengan banyak adegan sadis berhamburan dimana-mana. Hellboy tetap menyebalkan seperti biasa namun kali ini ditampilkan lebih garang dan kasar.
Yang membuat perasaan saya campur aduk bukan ada pada filmnya, namun keputusan dari LSF dan Distributor film yang memotong sangat banyak adegan terutama adegan sadis dengan kasar dan sembarangan. Scene yang sejatinya menjadi penyokong keseruan film ini malah terbuang sia-sia dengan cara cut yang kasar bukan main. Alhasil sepanjang film terlihat ekpresi sangat tidak puas dari penonton yang merasa dikecewakan oleh hal ini termasuk saya sendiri.
Filmnya sendiri memang tidak sebagus yang dibayangkan karena lemahnya pondasi cerita terutama untuk sang villain, Nimue, yang kurang tergali dan jujur kekurangan jatah tampil di layar.  Film berjalan cepat tanpa memperdulikan pembangunan karakter-karakter. Bahkan drama hubungan Hellboy dan sang ayah angkat tidak mempunyai dampak berarti bagi film ini karena kurang tergali dengan baik.



Pemilihan David Harbour sebagai Hellboy yang baru jelas adalah pilihan yang tepat, dibanding Ron Perlman, saya masih menyukai gaya tengil Harbour, namun kelemahan Harbour ada di bagian lelucon. Harbour masih kesusahan melempar jokes-jokes yang akhirnya berakhir garing. Mila Jovovich yang dipercaya memerankan Nimue jelas punya potensi namun terhalang pondasi cerita yang tidak kuat dan sedikit untuk jatah tampil. Sehingga walaupun karakternya dipercaya sangat berbahaya dan mampu membawa kiamat tapi saya tidak merasakan itu.

Saya kurang mengetahui track record Neil Marshall namun terlihat bahwa Neil masih kebingungan untuk membagi timing antara action dan pendalaman tiap karakter. Sisi action tereksekusi dengan baik namun tidak dengan penggalian karakter sehingga banyak karakter-karakter di film ini yang hanya sekedar tempelan tanpa mempunyai pengaruh dalam cerita. Namun setidaknya efek CGI dalam film ini dikerjakan dengan sangat baik dan masih sanggup membuat mata saya dimanjakan.

Overall, tidak banyak hal yang menarik karena sedari awal saya sudah dikecewakan oleh pemotongan scene yang sangat kasar. Akhirnya saya hanya bisa pasrah menikmati film ini yang sesekali masih bisa menghibur saya namun apadaya hati sudah terasa campur aduk. Reboot berpotensi sang bocah neraka yang akhirnya tersia-siakan.




Point 2.5 from 5

Comments