POKÉMON : DETECTIVE PIKACHU (2019)


"Gotta catch 'em all" seperti itu kalimat yang digaungkan ketika dulu saya memainkan game Pokemon di nintendo. Menjadi fenomena pop culture di era 2000an jelas membuat Pokemon mudah dikenali. Desain karakter monster-monster lucu nan imut serta game dan anime yang menjamur membuat Pokemon sangat digandrungi di seluruh dunia. Atas dasar itulah Legendary Pictures mencoba peruntungannya untuk mengangkat nama fenomenal ini ke layar lebar. Namun sama seperti film-film lain yang bedasarkan game, ada sedikit perasaan takut, akankah film ini terjebak kutukan movie based on game yang selalu mengecewakan?


Ternyata hal tersebut tidak berlaku untuk film ini. Saya tidak menyebutnya sempurna, namun setidaknya film ini tidak terjebak dengan film-film game terdahulu yang demi mencapai tampilan realistis hingga mengubah karakter lumayan jauh. Untungnya hal tersebut tidak terjadi di film ini.
Di adegan pembuka kita akan dibawa ke dalam kehidupan Tim Goodman, anak muda sedikit penyendiri dan mempunyai hubungan yang sedikit renggang dengan sang ayah hingga akhirnya ayah Tim dikabarkan tewas dalam kecelakaan dan yang tersisa hanya petunjuk topi detektif sang ayah dan pokemon partner sang ayah yang tidak lain adalah Pikachu. Bersama Pikachu, Tim menelusuri misteri tewasnya sang ayah yang diyakini masih hidup.
Saya tidak herabn ketika melihat rating film ini ditujukan untuk semua umur, dan memang sangat sesuai untuk semua umur. Kalian para die hard Pokemon, terutama yang mengikuti dari awal sejarah franchise ini pasti akan bersorak gembira ketika melihat pokemon-pokemon berbagai jenis berseliweran. Walau hanya sekilas namun saya sangat menikmati bahkan tersenyum riang sembari menyebut nama-nama pokemon yang berseliweran. Keputusan Legendary untuk tidak mengubah seutuhnya tampilan para pokemon jelas keputusan yang tepat. Hal-hal yang didetailkan mungkin hanya bulu-bulu ataupun sisik-sisik pokemon dan itu sangat membantu dan sudah sangat cukup untuk menonjolkan sisi realistisnya.
Di sisi cerita sebenarnya tidak ada hal yang baru yang ditawarkan oleh film ini. Terlebih karena ditujukan untuk semua umur, film ini cenderung flat dan sedikit membosankan bagi kalian yang sangat peduli alur cerita. Namun uniknya walaupun ada rasa bosan namun film ini mampu mengarahkan kita untuk terus mengikuti alurnya hingga di klimaks yang juga sebenanrnya dikemas terlampau sederhana. Meski ada kekurangan dalam ceritanya namun sebagai start awal untuk franchise ini, legendary sudah membuat awal yang bagus dan tepat.



Bintang di film ini jelas adalah Ryan Reynolds, sedikit geli dan aneh sebenarnya ketika melihat pikachu dengan tampilan imut namun bermulut cerewet dan sedikit menjengkelkan ala deadpool, namun disitulah letak keunikannya. Chemistry yang dibangun antara CGI pikachu dengan Tim Goodman yang diperankan Justice Smith (Jurassic World : Fallen Kingdom) juga terjalin dengan baik. Ada beberapa karakter di film ini yang sebenarnya kurang begitu digali karena hanya mendapat jatah tampil super sedikit, sebut saja Lucy Stevens yang diperankan Kathryn Newton atau Howard Clifford,sang pengusaha visioner di Ryme City yang diperankan Bill Nighy. Karakter-karakter tersebut sedikit tersia-siakan karan pondasi cerita yang hanya satu dimensi.

Rob Letterman yang sebelumnya dikenal menyutradai Goosebumps dan Shark Tale lumayan mampu merepresentasikan kehidupan dalam dunia pokemon ke layar lebar. Namun kembali lagi di script racikannya yang terlalu bermain aman dan repetitif karena mungkin dilakukan demikian sebagai pembukaan untuk franchise ini. Namun jujur walaupun sedikit flat tapi saya mempunyai pandangan yang baik untuk film ini. Mungkin untuk sekuelnya nanti (bila ada), Rob bisa lebih membobotkan lagi konflik dalam cerita dan lebih menambah unsur pertarungan antar pokemon karena memang hal itulah yang menjadi nilai jual franchise ini.

Overall, Pokemon : Detective Pikachu masih worth it untuk ditonton, terutama bersama keluarga. Kalian akan bersorak gembira menyaksikan imutnya Charmander dan Bulbasaur, atau megahnya Charizard serta Gyarados, atau melayang bersama Pidgeotto dan Spearow. Selamat bernostalgia karena hampir semua pokemon terutama generasi pertama dimunculkan..Just name it.


Point 3,5 from 5

Comments